Hubungi Kami

INSTITUT PARIWISATA DAN BISNIS INTERNASIONAL
Jalan Kecak, No. 12, Gatot Subroto Timur - Bali
Phone: +62 361 - 426699
Fax: +62 361 - 426700
Email: info@jam.ipb-intl.ac.id

* Maaf tidak menyediakan form email karena alasan keamanan spam

PIPK Petani Tanaman Hias Desa Petiga, Tabanan

Authors

  • I Made Citra Wibawa Universitas Pendidikan Ganesha
  • I Gede N. Suta Waisnawa Politeknik Negeri Bali
  • I Wayan Eka Mahendra Institut Pariwisat dan Bisnis Internasional
  • I Made Darsana Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional
  • N Putri Sumaryani Universitas PGRI Mahadewa Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22334/jam.v3i2.45

Keywords:

Kompos, bio urine, PIPK, pengembangan kewilayahan

Abstract

Salah satu desa di Kabupaten Tabanan, Bali yang memiliki keunggulan di bidang holtikultura berupa tanaman hias adalah Desa Petiga, Kecamatan Marga. Sejak tahun 2016 Desa Petiga ditetapkan sebagai lokasi pembangunan kawasan pedesaan yang merupakan kawasan pedesaan prioritas nasional (KPPN) melalui Keputusan Bupati Tabanan Nomor :80/373/02/HK&HAM/ 2016. Desa ini dikenal dengan desa agropolitan tanaman hias karena hampir 90% penduduknya bermata pencaharian utama menjadi petani tanaman hias. Desa Petiga memiliki luas wilayah 281 hektar, dengan 89% (250 hektar) merupakan lahan pertanian dan sisanya 11% (31 hektar) ladang. Jumlah penduduk 1.801 orang (923 laki-laki dan 878 perempuan) yang terbagi menjadi 573 KK. Tersebar ke dalam tiga dusun, yaitu: Semingan, Petiga Kangin, dan Belanban. Program PIPK ini berusaha memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh mitra, yaitu: Mitra 1 kelompok tani Tanaman Hias Guna Sari, Mitra 2 KWT Mekar Sari, Mitra 3 Kelompok Simatri Sekar Pasti Wangi, dan Mitra 4 Koperasi Guna Sari. Permasalahanya adalah Produksi, penataan stok pembibitan dan media tanam, dan Pemasaran. Metode pelaksanaan yang dilakukan meliputi: PALS (participatory action learning system), Enthrepreneurship Capasity Building (ECB), Technology Transfer (TT), serta menerapkan Teknologi Tepat Guna (TTG), persuasif, dan edukatif. Evaluasi pelaksanaan program dengan target terjadi peningkatan level keberdayaan mitra, produktivitas usaha tanaman hias meningkat, dan pendapatan petani meningkat melaui penjualan tanaman hias, kompos, maupun sayur mayur, dan bio urine. Luaran akademik tahun-2 adalah: publikasi pada jurnal nasional terakreditasi Sinta 4, berita di media massa online nasional, dan video kegiatan pengabdian yang ditayangkan di Youtube.

 

One of the villages in Tabanan Regency, Bali which has advantages in the field of horticulture in the form of ornamental plants is Petiga Village, Marga District. Since 2016, Petiga Village has been designated as a location for rural development which is a national priority rural area (KPPN) through the Decree of the Regent of Tabanan Number: 80/373/02/HK&HAM/ 2016. This village is known as an ornamental plant agropolitan village because almost 90% of its population's main livelihood is ornamental plant farmers. Petiga Village has an area of 281 hectares, with 89% (250 hectares) being agricultural land and the remaining 11% (31 hectares) being fields. The population is 1,801 people (923 men and 878 women) divided into 573 families. Spread into three hamlets, namely: Semingan, Petiga Kangin, and Belanban. This PIPK program seeks to provide solutions to the problems faced by partners, namely: Partner 1: the Guna Sari Ornamental Plant farmer group, Partner 2: KWT Mekar Sari, Partner 3: the Simatri Sekar Pasti Wangi Group, and Partner 4: the Guna Sari Cooperative. The problems are production, arrangement of nursery stock and planting media, and marketing. The implementation methods used include: PALS (participatory action learning system), Entrepreneurship Capacity Building (ECB), Technology Transfer (TT), as well as applying Appropriate Technology (TTG), persuasive and educational. Evaluation of program implementation with the target of increasing the level of partner empowerment, increasing ornamental plant business productivity, and increasing farmer income through sales of ornamental plants, compost, vegetables, and bio urine. Year 2 academic outcomes are: publications in the accredited national journal Sinta 4, news in national online mass media, and videos of service activities broadcast on YouTube.

References

Haryono, dkk. 1999. Buku Panduan Materi KuIiah Kewirausahaan. Unipres UNESA Surabaya

Kemenkop dan UKM. Penciptaan Wirausaha Muda: Kementerian Koperasi & Ukm Bangun 150 TPKU. http://indonesia.go.id/in/kementerian/kementerian-negara-koperasi-aukm/diakses 17/04/2021)

Kusuma, I. G. N. A., & Wedasari, N. L. N. M. (2019). Pendampingan dan Peningkatan Produksi IRT Kue Bugis Desi di Desa Tuakilang Tabanan. WIDYABHAKTI, Jurnal Ilmiah Populer, 1(3).

Puspitawati, N. M. D., Wijaya, I. M. H., & Paramita, I. A. P. U. (2018). PKM Kelompok Usaha Olahan Kacang untuk Oleh-Oleh Khas Bali. SINAPTEK, 87-96.

Pratama, A. K. Y., Wisdaningrum, O., & Nugrahani, M. P. (2020). Pendampingan dan Penerapan Teknologi Untuk Peningkatan Produktivitas Usaha Mikro Gula Semut. DINAMISIA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2). https://doi.org/10.31849/dinamisia.v4i2.3490

Kuncoro, D. W., Purnama, B. E., & Wardati, I. U. (2015). Sistem Kasir Dan Pendataan Stok Barang Pada Tata Distro Pacitan. Bianglala Informatika, 3(1)

Raharjo, B. (2020). Penggunaan Assosiation Rule Mining dalam Penetapan Harga Promosi, Stok, dan Penataan Produk Pada Etalase. E-Bisnis: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis, 13(1). https://doi.org/10.51903/e-bisnis.v13i1.282

Efendi, M. R., Wahyuni, S., & Zulianto, M. (2018). Pengaruh Facebook Sebagai Social Media Marketing Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi: Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, Ilmu Ekonomi, Dan Ilmu Sosial, 12(1). https://doi.org/10.19184/jpe.v12i1.7591

Purwana, D., Rahmi, & Aditya, S. (2017). Pemanfaatan Digital Marketing bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kelurahan Malaka Sari, Duren Sawit. Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM), 1(1).https://doi.org/10.21009/JPMM.001.1.01

Tando, E. (2019). Pemanfaatan Teknologi Greenhouse dan Hidroponik Sebagai Solusi Menghadapi Perubahan Iklim Dalam Budidaya Tanaman Hortikultura. Buana Sains, 19(1). https://doi.org/10.33366/bs.v19i1.1530

Downloads

Published

2023-08-30

Most read articles by the same author(s)